2018-10-18

7 Kiat Memilih Pasangan Hidup yang Tepat


7 Kiat Memilih Pasangan Hidup yang Tepat


Jodoh, maut, dan rezeki adalah hak prerogatif Tuhan Yang Maha Esa. Tapi bukan berarti Anda hanya diam saja menunggu jodoh datang mengetuk pintu rumah.

Tetap harus diupayakan, karena Anda layak mendapat jodoh atau pasangan hidup yang tepat.

Namun, memilih pasangan hidup memang tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi dia merupakan seseorang yang akan menemani Anda di sisa umur.

Tentu proses pemilihannya harus dilakukan secara hati-hati dan penuh kecermatan.

Meski demikian, tak harus selalu minta bantuan orang tua atau saudara untuk bisa mendapatkan pasangan hidup yang cocok.

Anda bisa melakukan 7 kiat di bawah ini agar bisa segera menemukan belahan hati yang akan menjadi pasangan sejiwa dan separuh napas Anda.

1. Kenali Diri Sendiri Lebih Dalam Sebelum mulai mencari pasangan hidup sehati, sebaiknya kenali lebih dalam siapa dan seperti apa diri Anda. Dengan mengetahui karakter dan sifat yang ada dalam diri, Anda akan tahu pasangan hidup dengan karakter dan sifat seperti apa yang cocok dengan diri Anda.

Jika merasa kesulitan untuk mengetahui lebih mendalam tentang diri Anda sendiri, coba tanyakan kepada sahabat atau saudara yang dekat dengan Anda. Mereka pasti akan membeberkan seperti apa diri Anda dalam pandangan mereka.

Jangan langsung baper kalau mereka menyebut kejelekan atau kekurangan Anda. Karena dari situlah Anda akan tahu bahwa pasangan yang harus didapatkan adalah yang bisa menutup kekurangan yang Anda miliki.

Begitu pula sebaliknya, Anda harus bisa menutupi kekurangan yang dimiliki calon pasangan hidup Anda.

2. Usahakan Seiman Dalam memilih pasangan hidup memang sebaiknya mempunyai iman yang sama. Memang, cinta tidak pernah mengenal kasta, tahta, maupun agama.

Tapi ketika pasangan hidup Anda mempunyai keyakinan yang berbeda, cenderung akan membawa dampak kurang baik bagi kehidupan Anda nantinya.

Anda pasti harus berjuang untuk bisa mendapatkan legalitas pernikahan. Karena Undang-undang pernikahan di Indonesia belum mengatur secara khusus untuk pernikahan beda agama.

Tafsir dari Pasal 2 ayat (1) UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya.

Jadi untuk bisa tercatat di Kantor Catatan Sipil, pasangan yang menikah beda agama harus melakukan pernikahan sesuai cara salah satu agama yang dianut oleh pasangan tersebut.

Kalau punya uang lebih bisa menikah di luar negeri dan mendapat legalitas di sana. Kemudian barulah mendaftarkan ke Catatan Sipil setempat. Ribet ‘kan?

3. Dapatkan Pasangan yang Bertolak Belakang Nah kalau yang ini sangat dianjurkan untuk berbeda. Kok malah dianjurkan untuk mendapatkan pasangan hidup yang bertolak belakang?

Hal yang bertolak belakang di sini adalah yang menyangkut kepribadian dan sifat yang dimiliki. Percayalah, perbedaan yang dimiliki akan membuat hidup Anda lebih berwarna.

Ingat, tidak ada satu orang pun di dunia ini sama persis. Bahkan kembar identik pun akan punya sejumlah perbedaan sifat.

Apalagi ini yang berbeda ayah dan lain ibu. Pasti akan punya perbedaan yang melingkupi hubungan batin Anda dengan dia, baik saat ini maupun nanti.

Memang, perbedaan ini berisiko memunculkan perdebatan hingga pertengkaran. Tapi ini merupakan bagian dari kehidupan rumah tangga yang harus dijalani untuk mendapatkan kebahagiaan.

Karena itu fokus pada kelebihan pasangan Anda, bukan pada kekurangannya.

4. Selalu Merasa Nyaman Bersamanya

Ini merupakan salah satu indikasi termudah untuk memilih pasangan hidup yang tepat.

Jika Anda bisa sering merasa nyaman ketika berada di sampingnya, itu merupakan tanda bahwa dia adalah seseorang yang pas bagi Anda. Seolah-olah Anda tak mau dan tak bisa pergi dari sampingnya.

Tapi hati-hati, Anda harus bisa membedakan rasa nyaman dengan cinta buta.

Apakah rasa nyaman itu muncul karena memang Anda cocok dengan sifat dan pembawaannya, atau hanya sekadar perasaan yang dibutakan oleh cinta?

Ini harus bisa Anda pastikan sebelum akhirnya mengetahui bahwa Anda memang selalu merasa nyaman ketika bersamanya.

5. Status Sosial Setara Tidak semua perbedaan bisa dijadikan landasan dalam memilih pasangan hidup. Selain perbedaan keimanan, hal yang sebaiknya dihindari adalah perbedaan status sosial yang jomplang.

Kalau cuma sekadar beda-beda tipis sih masih bisa dimaklumi. Tapi kalau perbedaan status sosial dan ekonomi di antara Anda dan pasangan berbeda jauh, ini yang berpotensi memunculkan masalah.

Saat menikah dengan seseorang yang diyakini bakal menjadi pasangan sehati, Anda tidak hanya menikahi dia saja. Tapi ada keluarganya yang juga akan menjadi bagian dari hidup Anda selanjutnya.

Pasangan Anda boleh saja tidak pernah mempermasalahkan perbedaan sosial, tapi boleh jadi keluarganya berbeda pandangan.

Baik itu pandangan dari keluarga inti maupun keluarga besar. Akan ada saja yang tidak setuju dengan perbedaan sosial di antara Anda berdua.

Anda pasti tidak mau menjalani pernikahan yang banyak digrecokin keluarga besar bukan?